27 March 2012
sebaris cahaya melesat masuk ke dalam kamarku
ketika aku sedang sibuk menyeka jemari
setelah seharian melukiskan namamu di dalam kepalaku
diam diam aku memimpikanmu. sebab dalam diam aku lebih leluasa berimaji.
dan dalam keliaran imajiku yang tak bernama. aku menemukan dirimu yang tertawa
dirimu yang membuatku tampak seperti ksatria
yang tak berpedang. tak bertameng
tak bersenjata
tapi demi dirimu
aku rela berperang: melawan duka.
Surabaya. 28 Maret 2012
ketika aku sedang sibuk menyeka jemari
setelah seharian melukiskan namamu di dalam kepalaku
diam diam aku memimpikanmu. sebab dalam diam aku lebih leluasa berimaji.
dan dalam keliaran imajiku yang tak bernama. aku menemukan dirimu yang tertawa
dirimu yang membuatku tampak seperti ksatria
yang tak berpedang. tak bertameng
tak bersenjata
tapi demi dirimu
aku rela berperang: melawan duka.
Surabaya. 28 Maret 2012
Pernahkah terbersit dalam pikiran:
sesungguhnya apa yang nikmat di saat kita menjadi basah dan diserang kepanikan karena hujan?
Ada sesuatu yang memikat saat kita memandang hujan jatuh bergegas menuju tanah, ada cipratan yang indah saat hujan mulai bermain kejar-kejaran dan seakan mengejek para pengguna jalan.
"Nih, rasakan pukulanku. Berteduhlah jika engkau takut kena flu!"
Hujan dapat membuatku berhenti marah, aku pikir, biarkan saja hujan yang marah sepuasnya bersama temannya, sang petir, yang hobi mengumbar teriakan-teriakan. Biarkan saja mereka menghempaskan badan ke bumi agar segala yang layu menjadi tegak dan tertawa kembali.
Hujan itu ajaib. Ia dapat membuatku lupa terhadap luka, tetapi kadang sebaliknya, membuatku luka karena yang seharusnya terlupa menjadi teringat kembali. Tapi siapa yang bisa menolak aroma hujan? Segar dan membuat imajinasi lebih jernih, bahkan aku pikir hujan memang diciptakan untuk mempermainkan otak dan pikiran. Membuat sakit hati menjadi inspirasi, dan mendorongku lebih berani mencintai tanpa perlu takut jatuh berkali-kali.
Sebab itulah hujan, ia datang dengan marah tapi setelah pergi ia justru menghadiahi pemandangan paling bernyawa: pelangi
~ Surabaya. 27 Maret 2012
sesungguhnya apa yang nikmat di saat kita menjadi basah dan diserang kepanikan karena hujan?
Ada sesuatu yang memikat saat kita memandang hujan jatuh bergegas menuju tanah, ada cipratan yang indah saat hujan mulai bermain kejar-kejaran dan seakan mengejek para pengguna jalan.
"Nih, rasakan pukulanku. Berteduhlah jika engkau takut kena flu!"
Hujan dapat membuatku berhenti marah, aku pikir, biarkan saja hujan yang marah sepuasnya bersama temannya, sang petir, yang hobi mengumbar teriakan-teriakan. Biarkan saja mereka menghempaskan badan ke bumi agar segala yang layu menjadi tegak dan tertawa kembali.
Hujan itu ajaib. Ia dapat membuatku lupa terhadap luka, tetapi kadang sebaliknya, membuatku luka karena yang seharusnya terlupa menjadi teringat kembali. Tapi siapa yang bisa menolak aroma hujan? Segar dan membuat imajinasi lebih jernih, bahkan aku pikir hujan memang diciptakan untuk mempermainkan otak dan pikiran. Membuat sakit hati menjadi inspirasi, dan mendorongku lebih berani mencintai tanpa perlu takut jatuh berkali-kali.
Sebab itulah hujan, ia datang dengan marah tapi setelah pergi ia justru menghadiahi pemandangan paling bernyawa: pelangi
~ Surabaya. 27 Maret 2012
Jika kamu seorang yang menggemari lukisan, tentunya kamu betah berdiri lama di suatu pameran sambil memandangi sebuah lukisan yang membuat kamu bertanya-tanya, dan karena tak tahu harus melontarkan pertanyaan itu kepada siapa maka kamu akan menebak sendiri apa makna lukisan itu. Terutama jika lukisan itu bercorak abstrak. Kebanyakan orang selalu tidak mengerti, bahkan mungkin si pelukis sendiri memiliki puluhan makna yang dipaksa digoreskan dalam satu kanvas tersebut.
Katakanlah, seperti itu pula cinta. Sesuatu yang hening jika dilihat dari luar, namun menciptakan berisik di dalam hatimu sendiri. Tidak memiliki alasan kuat, namun selalu dipaksakan untuk dimengerti.
Seandainya kamu seorang pelukis, maka kamu pasti akan kebingungan harus menggambar apa, harus mempercantiknya dengan warna apa saja, lalu tidak tahu esok harus memajangnya dimana.
Dan pada akhirnya, kanvas di depanmu akan tetap berwarna putih.
~ di suatu Minggu, satu jam menjelang pernikahan seorang teman
Gresik. 25 Maret 2012
Katakanlah, seperti itu pula cinta. Sesuatu yang hening jika dilihat dari luar, namun menciptakan berisik di dalam hatimu sendiri. Tidak memiliki alasan kuat, namun selalu dipaksakan untuk dimengerti.
Seandainya kamu seorang pelukis, maka kamu pasti akan kebingungan harus menggambar apa, harus mempercantiknya dengan warna apa saja, lalu tidak tahu esok harus memajangnya dimana.
Dan pada akhirnya, kanvas di depanmu akan tetap berwarna putih.
~ di suatu Minggu, satu jam menjelang pernikahan seorang teman
Gresik. 25 Maret 2012
Agama menghendaki orang untuk berkenalan dengan cinta. Tetapi sampai kapanpun, cinta tidak mengenal agama.
Meskipun kita tidak pernah berdoa dalam satu bahasa yang sama, meskipun kita tidak akan menginjakkan kaki di satu tempat ibadah yang sama. Namun, siapa yang tahu jika ternyata hati kita saling melempar dan menangkap satu bola yang sama: cinta.
Tetapi karena kamu tidak percaya kepada Tuhan, apalagi agama. Sementara aku sangat meyakininya, maka bola yang kita mainkan itu selalu meleset, dan tidak jatuh pada tempat yang semestinya. Hingga pada saatnya, kita sama-sama sepakat untuk pergi keluar lapangan. Dan sebelum melambaikan tangan, kamu berucap:
"Sejak awal, kita berdua memang bukan tim yang baik. Kostum yang kita pakai saja berbeda, bagaimana mungkin kita dapat saling memberikan umpan agar dapat mencetak gol, sebab gawang kita sesungguhnya berlainan."
Surabaya. 25 Maret 2012
Meskipun kita tidak pernah berdoa dalam satu bahasa yang sama, meskipun kita tidak akan menginjakkan kaki di satu tempat ibadah yang sama. Namun, siapa yang tahu jika ternyata hati kita saling melempar dan menangkap satu bola yang sama: cinta.
Tetapi karena kamu tidak percaya kepada Tuhan, apalagi agama. Sementara aku sangat meyakininya, maka bola yang kita mainkan itu selalu meleset, dan tidak jatuh pada tempat yang semestinya. Hingga pada saatnya, kita sama-sama sepakat untuk pergi keluar lapangan. Dan sebelum melambaikan tangan, kamu berucap:
"Sejak awal, kita berdua memang bukan tim yang baik. Kostum yang kita pakai saja berbeda, bagaimana mungkin kita dapat saling memberikan umpan agar dapat mencetak gol, sebab gawang kita sesungguhnya berlainan."
Surabaya. 25 Maret 2012
tegakkan kepalamu
dengan tatapan mata menantang
lalu angkat jari tengah
dan acungkan di depan muka
ia yang meninggalkanmu
sambil berbisik:
"hei, sesegera mungkin sang karma
akan mengejar, lalu menamparmu
sangat keras..."
biarkan tahu
betapa berharga yang tidak ia jaga
Gresik. 24 Maret 2012
dengan tatapan mata menantang
lalu angkat jari tengah
dan acungkan di depan muka
ia yang meninggalkanmu
sambil berbisik:
"hei, sesegera mungkin sang karma
akan mengejar, lalu menamparmu
sangat keras..."
biarkan tahu
betapa berharga yang tidak ia jaga
Gresik. 24 Maret 2012
23 March 2012
pencinta yang baik adalah yang menyimpan
hatinya baik baik
di dalam laci yang terbaik
lalu menguncinya rapat rapat
kelak ia akan kedatangan tamu istimewa:
cinta yang terbaik
yang tidak perlu kunci, bebas terbang
namun selalu ingat jalan pulang
~ Surabaya. 22 Maret 2012
hatinya baik baik
di dalam laci yang terbaik
lalu menguncinya rapat rapat
kelak ia akan kedatangan tamu istimewa:
cinta yang terbaik
yang tidak perlu kunci, bebas terbang
namun selalu ingat jalan pulang
~ Surabaya. 22 Maret 2012
sesaat adalah kau yang menjelma semangat
sesudahnya adalah kau yang kini menghadiahi sepi
sebab
ada yang pudar di pagiku sekarang
sapaan dan senyuman yang dulu menciptakan debar
kini hilang tanpa kabar...
apa aku bersalah?
atau kau terlalu takut untuk berbagi kisah?
kemana dirimu
hei gadis yang suka bercerita,
masihkah sedih dan terluka?
~ Surabaya. 19 Maret 2012
sesudahnya adalah kau yang kini menghadiahi sepi
sebab
ada yang pudar di pagiku sekarang
sapaan dan senyuman yang dulu menciptakan debar
kini hilang tanpa kabar...
apa aku bersalah?
atau kau terlalu takut untuk berbagi kisah?
kemana dirimu
hei gadis yang suka bercerita,
masihkah sedih dan terluka?
~ Surabaya. 19 Maret 2012
entah kenapa
aku ingin memberimu gelang
yang setiap kali kau kenakan
kau merasa aku menggandengmu dengan nyaman
entah kenapa
aku ingin memberimu jaket
yang setiap kali kau pakai
akan juga menghangatkan kebahagiaanku
entah kenapa
aku ingin memberimu topi
yang setiap kali kau pasang
tampak seperti kau sedang mengingatku di kepalamu
entah kenapa
aku ingin memberimu cincin
yang setiap kali kau sematkan
akan membuatmu bangga
bahwa jemarimu sudah ada yang menggenggam
ah, aku tahu jawabannya:
pasti aku sedang jatuh cinta
padamu!
~ Surabaya. 16 Maret 2012
aku ingin memberimu gelang
yang setiap kali kau kenakan
kau merasa aku menggandengmu dengan nyaman
entah kenapa
aku ingin memberimu jaket
yang setiap kali kau pakai
akan juga menghangatkan kebahagiaanku
entah kenapa
aku ingin memberimu topi
yang setiap kali kau pasang
tampak seperti kau sedang mengingatku di kepalamu
entah kenapa
aku ingin memberimu cincin
yang setiap kali kau sematkan
akan membuatmu bangga
bahwa jemarimu sudah ada yang menggenggam
ah, aku tahu jawabannya:
pasti aku sedang jatuh cinta
padamu!
~ Surabaya. 16 Maret 2012
kita pernah berikrar merangkai senja berdua
menjaga satu sama lain
hingga sempat tercipta sebuah nama
untuk masa depan
seandainya waktu dan jarak lebih bersahabat
mungkin keberadaan akan menghargai dirinya sendiri
tanpa takut pergi tak kembali
tapi para pencinta selalu punya jalan pulang
entah terseok sendiri, atau tetap bertahan
berbagi jemari sambil berpelukan dan berkelakar
sebuah ingatan pasti membekas
seperti buku yang tersimpan rapi di kepala
kelak jika berjodoh, mungkin kita akan
menulisnya lagi bersama
jika esok kau mengingat diriku
tidak perlu malu malu mengatakan rindu
atau terpaksa menghapus kenangan indah yang menghantuimu
sebab dulu kita pernah saling bercumbu
pasti ada doa yang sempat menyatu
sekarang kita bersiap jalan
mari menengadahkan tangan pada Tuhan
terima kasih telah dipertemukan!
..... teruntuk gadis Pisces yang dulu pernah menemaniku
selamat ulang tahun, kepakkan sayapmu menuju langit biru
selamat ulang tahun, kepakkan sayapmu menuju langit biru
kejar, dan tangkap mimpi mimpimu!
~ Surabaya. 12 Maret 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)